Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap pengembangan kereta api di Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu program yang akan dijalankan adalah reaktivasi sejumlah jalur kereta api dengan dukungan investasi sekitar Rp 300 miliar.
Hal itu disampaikan Andre usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Dirut KAI) Bobby Rasyidin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut Andre Rosiade dari legislator Dapil Sumbar 1, dalam pemaparan PT KAI terungkap bahwa Sumbar menjadi salah satu prioritas program reaktivasi jalur kereta api di Pulau Sumatera. Total panjang jalur yang direncanakan direaktivasi mencapai 248,5 kilometer.
“Alhamdulillah, dalam rapat dengan Dirut PT KAI, kami mendapatkan informasi bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kereta api di Sumatera Barat. Salah satunya melalui program reaktivasi jalur kereta api yang selama ini tidak beroperasi,” kata Andre.
Jalur yang masuk rencana reaktivasi tersebut antara lain Naras-Sungai Limau 6,5 kilometer, Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Limbanan 162 kilometer, Muarakalaban-Sawahlunto 4 kilometer, Padang Panjang-Batuabal 18 kilometer, Batuabal-Solok 34 kilometer, serta Solok-Muarakalaban 24 kilometer.
Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu menyebut program tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumbar karena akan membuka konektivitas baru, mengurangi biaya logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Presiden Prabowo ingin membangun infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat. Reaktivasi jalur kereta api di Sumbar akan membuka akses transportasi yang lebih murah, aman, dan efisien. Untuk tahap awal, diperkirakan investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp 300 miliar,” ujar Ketum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.
Andre menambahkan bawah selain reaktivasi jalur lama, pemerintah juga terus menyusun peta jalan atau roadmap pengembangan jaringan kereta api di Sumatera sehingga konektivitas antarwilayah dapat semakin meningkat pada masa mendatang.
“Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, termasuk di luar Pulau Jawa. Sumatera Barat mendapat perhatian khusus dalam pengembangan jaringan kereta api nasional,” tutup Andre.
Dirut PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan KAI tengah menyiapkan proyek pengembangan jaringan kereta trans Sumatera dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 350 triliun. Proyek ini bertujuan menghubungkan jalur kereta api dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung guna memperkuat konektivitas, mobilitas penumpang, serta distribusi logistik di Pulau Sumatera.
Dalam RDP dengan Komisi VI DPR, Bobby menjelaskan pengembangan jaringan kereta api Sumatera masuk roadmap transformasi KAI 2026-2030. Selain membangun sekitar 1.110 kilometer jalur baru, KAI menargetkan reaktivasi 726 kilometer jalur nonaktif di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Sumber : news.detik.com 3 Juni 2026