Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam rangkaian acara pengukuhan dan halalbihalal perantau Minang yang digelar di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi besar warga Minangkabau di perantauan sekaligus penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.
Acara silaturahmi nasional keluarga besar IKM tersebut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, Ketua BP BUMN yang juga COO Danantara Dony Oskaria, serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. Hadir pula para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat serta jajaran pengurus DPW, DPD, dan DPC IKM dari seluruh Indonesia.
Ketua Umum DPP IKM Andre Rosiade menegaskan pengukuhan kepengurusan baru ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara perantau Minang dan kampung halaman demi percepatan pembangunan Sumatera Barat dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Hari ini adalah momentum penting bagi kita semua. Kehadiran Utusan Khusus Presiden di tengah-tengah kita bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap generasi muda dan pekerja seni Minangkabau,” kata Andre Rosiade yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Andre Rosiade menegaskan keluarga besar IKM dan masyarakat Sumatera Barat harus tetap solid dengan berpegang pada filosofi Minangkabau “Basamo Mangkonyo Jadi” sebagai kekuatan utama menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.
Andre juga memastikan DPP IKM akan terus memperkuat peran sebagai jembatan strategis antara perantau dan masyarakat di ranah. Menurutnya, kekuatan jaringan perantau Minang merupakan modal sosial besar yang harus dikelola secara terarah untuk mendukung kemajuan daerah.
“Kami di DPP IKM berkomitmen menjadi jembatan yang kokoh antara perantau dan kampung halaman. Semangat kebersamaan harus terus kita gelorakan untuk membangun Sumatera Barat yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing,” ujar Andre yang memimpin DPP IKM bersama Sekjen Braditi Moulevey dan Bentahara Muhammad Reza Ikhwan.
Andre juga mengajak seluruh warga Minang di mana pun berada untuk terus mendukung program-program pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi kemajuan Sumbar.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad menyampaikan salam langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Minangkabau dan menegaskan pemerintah pusat memberi perhatian besar terhadap Sumatera Barat dan masyarakat Minang di seluruh Indonesia.
“Bapak Presiden menitipkan salam untuk masyarakat Minang. Beliau selalu memastikan masyarakat Minang tidak pernah berjalan sendirian. Sumatera Barat selalu ada di hati, langkah, dan napas beliau,” kata Raffi Ahmad.
Raffi juga menilai karakter masyarakat Minangkabau yang kuat dan memiliki semangat kebersamaan tinggi menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
“Minangkabau kuat, tidak pernah berjalan sendiri. Kebersamaan orang Minang bukan hanya dalam kata, tetapi dalam hati, langkah, dan napas,” ujar sumando Minang ini.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan perantau Minang memiliki posisi strategis sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus motor penggerak kemajuan daerah.
“Kami mengapresiasi pengukuhan DPP IKM ini. Apalagi diketuai oleh Pak Andre Rosiade yang sangat banyak membantu Sumbar sebagai anggota DPR RI. Kalau lah boleh kami meminta, agar semua anggota DPR RI dari Sumbar mencontoh kinerja Pak Andre Rosiade,” kata Mahyeldi yang mengaku kerap dapat kritik dari Andre Rosiade tapi membuatnya sangat berterima kasih karena semua dilakukan karena kecintaan kepada Sumbar.
Menurut Mahyeldi, tradisi merantau telah membentuk karakter masyarakat Minangkabau yang adaptif, tangguh, dan mampu berkontribusi di berbagai sektor kehidupan nasional tanpa meninggalkan nilai adat dan budaya.
“Kita berharap warga Minang di mana saja berada menjadi perekat persatuan bangsa, menjadi teladan dalam kepatuhan terhadap aturan, serta terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme agar kontribusinya semakin besar bagi Indonesia,” katanya.
Mahyeldi juga menegaskan filosofi Minangkabau “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi landasan kuat bagi perantau Minang untuk beradaptasi dan berperan aktif di tengah masyarakat yang beragam tanpa kehilangan jati diri budaya.
Pengukuhan pengurus DPP IKM periode 2025–2030 ini diharapkan menjadi tonggak penguatan konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas peran strategis perantau Minang sebagai kekuatan sosial, ekonomi, dan budaya dalam mendukung pembangunan Sumatera Barat dan Indonesia secara keseluruhan.
Sumber : posmetropadang.co.id 11 April 2026