Ikatan Keluarga Minang (IKM) menggelar kegiatan silaturahmi akbar perantau Minang sekaligus konsolidasi organisasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat 18 Juli 2025 malam di Harbour Bay, Batam. Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang juga Ketua Umum DPP IKM, Andre Rosiade.
Dalam sambutannya, Andre menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya filosofi orang Minang di perantauan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
“Alhamdulillah kita bisa berkumpul hari ini. Ini kebanggaan bagi kita semua,” ujar Andre dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun membangun struktur kepengurusan IKM bukan hal mudah, saat ini kantor DPP IKM telah berdiri di Jakarta, hanya lima menit dari kediaman Presiden RI, Prabowo Subianto. Andre juga mengungkapkan bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani akan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina IKM.
IKM, lanjut Andre, tengah mempercepat proses konsolidasi nasional dengan menyusun Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) serta memperluas jaringan ke luar negeri.
“Setelah dari Batam, saya akan ke Malaysia untuk konsolidasi IKM di sana, lalu lanjut ke Tokyo. Di Jepang ada ribuan perantau Minang. InsyaAllah Oktober nanti kita akan menggelar acara ‘Minang Mendunia’. Kita akan ‘marandang’ di Tokyo,” jelasnya menambahkan.
Menurutnya, saat ini IKM telah hadir di 33 provinsi dan menargetkan kehadiran di seluruh 37 provinsi Indonesia.
“Kami ingin IKM menjadi wadah pemersatu dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat minang” tegas Andre menyampaikan.
Sementara itu, tokoh masyarakat minang Kepri yang juga Mantan Kapolda Kepri Jenderal (Purn) Yan Fitri Halimansyah, mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir dalam acara tersebut. Ia mengajak semua pihak menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di Batam.
“Kita harus mendukung program pemerintah agar dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Dengan silaturahmi ini, semoga menambah kedekatan kita dan IKM jadi contoh organisasi kekerabatan yang solid dan bermanfaat,” katanya berharap.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua DPP IKM yang telah empat kali mengunjungi daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran warga Minang dalam pembangunan Batam.
“Warga asal Sumbar merupakan kelompok penduduk terbesar keempat di Kepri, bersama Sumut,” jelas Amsakar menerangkan.
Amsakar juga menyebutkan bahwa warga Minang merupakan komunitas perantau yang besar dan mandiri di Batam.
“Alhamdulillah warga minang adalah warga yang tidak merisaukan hati, karena warga minang telah banyak membangun ekonomi mandiri,” jelasnya menyambungkan.
Ia juga menyinggung perkembangan Batam yang tengah melakukan transformasi besar pasca keluarnya dua Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 dan 28 Tahun 2025 yang memperkuat kewenangan BP Batam.
“Saat ini kami sedang menyusun regulasi teknis yang kompleks untuk pelayanan lebih dari 1.000 perizinan. Kami butuh sinergi dan dukungan dari semua pihak, termasuk IKM,” ujarnya.
Ketua DPW IKM Kepri, Momon Faulanda Adinata, menyebutkan bahwa sekitar 10 persen lebih penduduk Kepri adalah perantau Minang, dengan konsentrasi terbesar di Kota Batam.
“Yang hadir malam ini bukan hanya pengurus, tapi juga warga Minang dari Batam hingga Tanjungpinang. Kami harap ke depan IKM terbentuk di Bintan, Lingga, Anambas, dan Natuna. Saat ini baru Karimun yang sudah ada,” ujar Momon menyampaikan.
Sumber : ulasan.co 19 Juli 2025